Jangan lupa untuk komentar
Jangan lupa visitors book / guest book di komentari lengkapi dengan url blog anda
Ingin Tau Cheat Di sini saja !!! Ingin Tau Cara Buat Blog Desain Blog Di sini saja !!! Dan jangan lupa untuk download di sini saja !!!

Sabtu, 03 November 2012

MANUSIA PURBA YANG DI TEMUKAN DI INDONESIA



Penelitian manusia purba di Indonesia dilakukan oleh :

 1. Eugena Dobois,

Dia adalah yang pertama kali tertarik meneliti manusia purba di Indonesia setelah mendapat kiriman sebuah tengkorak dari B.D Von Reitschoten yang menemukan tengkorak di Wajak, Tulung Agung.

 • Fosil itu dinamai Homo Wajakensis, termasuk dalam jenis Homo Sapien (manusia yang sudah berpikir maju)

 • Fosil lain yang ditemukan adalah :

 Pithecanthropus Erectus (phitecos = kera, Antropus Manusia, Erectus berjalan tegak) ditemukan di daerah Trinil, pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi, tahun 1891. Penemuan ini sangat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.

 • Pithecanthropus Majokertensis, ditemukan di daerah Mojokerto

 • Pithecanthropus Soloensis, ditemukan di daerah Solo


Peta Penemuan Fosil Manusia Purba di Jawa Tengah – Jawa Timur

 

1.  Sangiran

2 . Sambungmacan

3 . Sonde

4 . Trinil

5 . Ngandong

 7 . Kedung Brubus

8 . Kalibeng

9 . Kabuh

10 . Pucangan

11 . Mojokerto (Jetis-Perning)

 

 

2. G.H.R Von Koeningswald

Hasil penemuannya adalah : Fosil tengkorak di Ngandong, Blora. Tahun 1936, ditemukan tengkorak anak di Perning, Mojokerto. Tahun 1937 – 1941 ditemukan tengkorak tulang dan rahang Homo Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus di Sangiran, Solo.

 3. Penemuan lain tentang manusia Purba :

 Ditemukan tengkorak, rahang, tulang pinggul dan tulang paha manusia Meganthropus, Homo Erectus dan Homo Sapien di lokasi Sangiran, Sambung Macan (Sragen),Trinil, Ngandong dan Patiayam (kudus).

 4. Penelitian tentang manusia Purba oleh bangsa Indonesia dimulai pada tahun 1952 yang dipimpin oleh Prof. DR. T. Jacob dari UGM, di daerah Sangiran dan sepanjang aliran Bengawan Solo.

 Fosil Manusia Purba yang ditemukan di Asia, Eropa, dan Australia adalah :

 • Semuanya jenis Homo yang sudah maju : Serawak (Malaysia Timur), Tabon (Filipina), dan Cina.

 • Fosil yang ditemukan di Cina oleh Dr. Davidson Black, dinamai Sinanthropus Pekinensis.

 • Fosil yang ditemukan di Neanderthal, dekat Duseldorf, Jerman yang dinamai Homo Neaderthalensis.

 • Menurut Dubois, bangsa asli Australia termasuk Homo Wajakensis, sehingga ia berkesimpulan Homo Wajakensis termasuk golongan bangsa Australoid.

 Jenis-jenis Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia ada tiga jenis :

 1. Meganthropus

 2. Pithecanthropus

 3. Homo

 

Jenis manusia Purba Pithecanthropus

 Ciri-ciri manusia purba yang ditemukan di Indonesia :

1. Ciri Meganthropus :

 • Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu

 • Badannya tegak

 • Hidup mengumpulkan makanan

 • Makanannya tumbuhan

 • Rahangnya kuat

2. Ciri Pithecanthropus :

 • Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu

 • Hidup berkelompok

 • Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol

 • Mengumpulkan makanan dan berburu

 • Makanannya daging dan tumbuhan

 3. Ciri jenis Homo :

 • Hidup antara 25.000 s/d 40.000 tahun yang lalu

 • Muka dan hidung lebar

 • Dahi masih menonjol

 • Tarap kehidupannya lebih maju dibanding manusia sebelumnya

 

CORAK KEHIDUPAN PRASEJARAH INDONESIA DAN HASIL BUDAYANYA

 Hasil kebudayaan manusia prasejarah untuk mempertahankan dan memperbaiki pola hidupnya menghasilkan dua bentuk budaya yaitu :

 • Bentuk budaya yang bersifat Spiritual

 • Bentuk budaya yang bersifat Material

 i. Masyarakat Prasejarah mempunyai kepercayaan pada kekuatan gaib yaitu :

 • Dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib. Misalnya : batu, keris

 • Animisme, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang bersemayam dalam batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh tersebut dinamakan Hyang.

 ii. Pola kehidupan manusia prasejarah adalah :

- Bersifat Nomaden (hidup berpindah-pindah), yaitu pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok di suatu tempat serta, mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan makanan


- Bersifat Sedenter (menetap), yaitu pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam. Muali mengenal norma adat, yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan

 iii. Sistem bercocok tanam/pertanian

 • Mereka mulai menggunakan pacul dan bajak sebagai alat bercocok tanam

 • Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah

 • Sistem huma untuk menanam padi

 • Belum dikenal sistem pemupukan

 iv. Pelayaran

 Dalam pelayaran manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas)

 v. Bahasa

 • Menurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu : bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.

 • Terjadinya perbedaan bahasa antar daerah karena pengaruh faktor geografis dan perkembangan bahasa.

 

jenis fosil manusia purba Indonesia:

01. Meganthropus Paleojavanicus (Sangiran).

 02. Pithecanthropus Robustus (Trinil).

 03. Pithecanthropus Erectus (Homo Erectus) (Trinil).

 04. Pithecanthropus Dubius (Jetis).

 05. Pithecanthropus Mojokertensis (Perning).

 06. Homo Javanensis (Sambung Macan).

 07. Homo Soloensis (Ngandong).

 08. Homo Sapiens Archaic.

 09. Homo Sapiens Neandertahlman Asia.

 10. Homo Sapiens Wajakensis (Tulungagung)


 11. Homo Modernman.


Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia

Manusia prasejarah atau yang juga biasa disebut dengan manusia purba adalah manusia yang hidup sebelum tulisan ditemukan jaman Praaksara di Indonesia Cara hidup mereka masih sangat sederhana dan masih sangat bergantung pada alam. Meskipun tidak meninggalkan peninggalan sejarah dalam bentuk tulisan, namun eksistensi dan kebudayaan mereka berhasil diketahui lewat fosil dan artefak berupa alat-alat sehari-hari yang masih sangat sederhana. Fosil-fosil manusia purba banyak ditemukan di Indonesia maupun di luar Indonesia. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa situs tempat dimana fosil manusia purba banyak ditemukan, seperti di Mojokerto, Solo, Ngandong, Pacitan, atau yang paling terkenal yaitu Sangiran. Berikut adalah beberapa jenis manusia purba yang fosilnya pernah ditemukan di Indonesia.
Meganthropus paleojavanicus

Meganthropus paleojavanicus berasal dari kata-kata; Megan= besar, Anthropus= manusia, Paleo= tua, Javanicus= dari Jawa. Jadi bisa disimpulkan bahwa Meganthropus paleojavanicus adalah manusia purba bertubuh besar tertua di Jawa. Fosil manusia purba ini ditemukan di daerah Sangiran, Jawa tengah antara tahun 1936-1941 oleh seorang peneliti Belanda bernama Von Koeningswald. Fosil tersebut tidak ditemukan dalam keadaan lengkap, melainkan hanya berupa beberapa bagian tengkorak, rahang bawah, serta gigi-gigi yang telah lepas. Fosil yang ditemukan di Sangiran ini diperkirakan telah berumur 1-2 Juta tahun.
Ciri-Ciri Meganthropus paleojavanicus
  • Mempunyai tonjolan tajam di belakang kepala.
  • Bertulang pipi tebal dengan tonjolan kening yang mencolok.
  • Tidak mempunyai dagu, sehingga lebih menyerupai kera.
  • Mempunyai otot kunyah, gigi, dan rahang yang besar dan kuat.
Pithecanthropus

Fosil manusia purba jenis Pithecanthrophus adalah jenis fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Pithecanthropus sendiri berarti manusia kera yang berjalan tegak. Paling tidak terdapat tiga jenis manusia Pithecanthropus yang ditemukan di Indonesia, yaituPithecanthrophus erectus, Pithecanthropus mojokertensis, dan Pithecanthropus soloensis. Berdasarkan pengukuran umur lapisan tanah, fosil Pithecanthropus yang ditemukan di Indonesia mempunyai umur yang bervariasi, yaitu antara 30.000 sampai 1 juta tahun yang lalu.
1.     Pithecanthropus erectus, ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1891 di sekitar lembah sungai Bengawan Solo, Trinil, Jawa Tengah. Fosil yang ditemukan berupa tulang rahang atas, tengkorak, dan tulang kaki.
2.     Pithecanthropus mojokertensis, disebut juga dengan Pithecanthropus robustus. Fosil manusia purba ini ditemukan oleh Von Koeningswald pada tahun 1936 di Mojokerto, Jawa Timur. Fosil yang ditemukan hanya berupa tulang tengkorak anak-anak.
3.     Pithecanthropus soloensis, ditemukan di dua tempat terpisah oleh Von Koeningswald dan Oppernoorth di Ngandong dan Sangiran antara tahun 1931-1933. Fosil yang ditemukan berupa tengkorak dan juga tulang kering.

Ciri-ciri Pithecanthropus

  • Memiliki tinggi tubuh antara 165-180 cm.
  • Badan tegap, namun tidak setegap Meganthrophus.
  • Volume otak berkisar antara 750 – 1350 cc.
  • Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis.
  • Hidung lebar dan tidak berdagu.
  • Mempunyai rahang yang kuat dan geraham yang besar.
  • Makanan berupa tumbuhan dan daging hewan buruan.

Homo


Manusia purba dari genus Homo adalah jenis manusia purba yang berumur paling muda, fosil manusia purba jenis ini diperkirakan berasal dari 15.000-40.000 tahun SM. Dari volume otaknya yang sudah menyerupai manusia modern, dapat diketahui bahwa manusia purba ini sudah merupakan manusia (Homo) dan bukan lagi manusia kera (Pithecanthrupus). Di Indonesia sendiri ditemukan tiga jenis manusia purba dari genus Homo, antara lain Homo soloensis, Homo wajakensis, dan Homo floresiensis.
   

  • Homo soloensis, ditemukan oleh Von  Koeningswald dan Weidenrich antara tahun 1931-1934 disekitar sungai bengawan solo. Fosil yang ditemukan hanya berupa tulang tengkorak.
  • Homo wajakensis, ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1889 di Wajak, Jawa Timur. Fosil yang ditemukan berupa rahang bawah, tulang tengkorak, dan beberapa ruas tulang leher.
  • Homo floresiensis, ditemukan saat penggalian di Liang Bua, Flores oleh tim arkeologi gabungan dari Puslitbang Arkeologi Nasional, Indonesia dan University of New England, Australia pada tahun 2003. Saat dilakukan penggalian pada kedalaman lima meter, ditemukan kerangka mirip manusia yang belum membatu (belum menjadi fosil) dengan ukurannya yang sangat kerdil. Manusia kerdil dari Flores ini diperkirakan hidup antara 94.000 dan 13.000 tahun SM.


1 komentar:

jangan lupa untuk mengisi polling di bawah ini
Jangan lupa untuk komentar

klik untuk membuka Guest Book


close

Photobucket